Tarif Pendakian Gunung Fuji Naik Jadi Rp 442.004 Mulai Musim Panas 2025

Tarif Pendakian Gunung Fuji Naik Jadi Rp 442.004 Mulai Musim Panas 2025

Tokyo, Jepang – Pemerintah Prefektur Yamanashi, Jepang, resmi mengumumkan bahwa tarif pendakian Gunung Fuji akan mengalami kenaikan signifikan mulai musim panas 2025. Biaya masuk yang sebelumnya bersifat sukarela, kini ditetapkan menjadi 4.000 yen per orang atau sekitar Rp 442.004 (kurs per Maret 2025). Kebijakan baru ini menuai perhatian luas, terutama dari para wisatawan mancanegara yang menjadikan Gunung Fuji sebagai destinasi favorit.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengelola overtourism, menjaga keselamatan pendaki, serta melestarikan lingkungan di kawasan gunung tertinggi dan paling ikonik di Jepang tersebut.

Tarif Pendakian Gunung Fuji Naik Jadi Rp 442.004 Mulai Musim Panas 2025
Tarif Pendakian Gunung Fuji Naik Jadi Rp 442.004 Mulai Musim Panas 2025

Gunung Fuji: Ikon Alam dan Spiritualitas Jepang

Gunung Fuji atau Fujisan, dengan ketinggian 3.776 meter, merupakan salah satu simbol paling terkenal dari Jepang.

Selain sebagai objek wisata, Gunung Fuji juga memiliki nilai spiritual dan budaya mendalam. Selama musim panas, ribuan pendaki dari seluruh dunia mencoba menaklukkan puncaknya demi menyaksikan matahari terbit dari atas awan, dikenal sebagai Goraiko.

Namun, popularitas yang terus meningkat juga membawa dampak negatif: keramaian ekstrem, kerusakan lingkungan, dan meningkatnya insiden kecelakaan di jalur pendakian.


Kenapa Tarif Pendakian Dinaikkan?

Menurut pejabat Prefektur Yamanashi, kenaikan tarif ini bertujuan utama untuk menjaga keberlanjutan Gunung Fuji. Selama beberapa tahun terakhir, jumlah pendaki meningkat tajam hingga lebih dari 300.000 orang per tahun.

Masalah yang timbul antara lain:

  • Kemacetan jalur pendakian hingga mencapai puncak.

  • Penumpukan sampah dari pendaki yang kurang sadar lingkungan.

  • Pendaki tanpa persiapan memadai, menyebabkan insiden dan memerlukan evakuasi darurat.

  • Beban pada fasilitas umum, termasuk toilet dan pos keamanan.

Dengan adanya tarif wajib, dana yang terkumpul akan digunakan untuk memperbaiki jalur pendakian, menambah petugas penjaga gunung, dan membangun sistem pemantauan keselamatan.


Peraturan Baru: Batas Pendaki dan Pembatasan Waktu

Selain menaikkan tarif, pemerintah juga menetapkan kebijakan pembatasan jumlah pendaki harian untuk mengurangi dampak overtourism.

Mulai musim panas 2025, pendaki yang menggunakan jalur Yoshida Trail (jalur paling populer) akan dibatasi hanya 4.000 orang per hari.

Tak hanya itu, pendaki tidak diperbolehkan memulai pendakian dari malam hingga dini hari (22.00–03.00 waktu setempat) demi mencegah pendakian kilat tanpa istirahat yang dapat membahayakan kesehatan.

“Kami tidak melarang siapa pun untuk mendaki, tapi kami ingin semua orang melakukannya dengan aman dan bertanggung jawab,” ujar Gubernur Yamanashi, Kotaro Nagasaki.


Cara Membayar dan Sistem Reservasi Online

Untuk mempermudah wisatawan, pemerintah menyediakan sistem pemesanan dan pembayaran online. Pendaki dapat memesan slot harian melalui situs resmi Gunung Fuji, lalu membayar biaya 4.000 yen melalui kartu kredit atau dompet digital.

Setelah pembayaran, pendaki akan menerima e-voucher yang nantinya harus ditunjukkan di pos pemeriksaan sebelum memulai pendakian.

Bagi yang datang tanpa reservasi, beberapa kuota harian tetap disediakan secara offline, namun tidak dijamin ketersediaannya jika sudah mencapai batas maksimum.


Apa Saja yang Didapatkan dengan Bayar 4.000 Yen?

Tarif pendakian ini bukan sekadar biaya masuk, tapi mencakup sejumlah fasilitas penting untuk kenyamanan dan keselamatan:

  • Akses ke jalur pendakian resmi dan terjaga

  • Layanan pertolongan pertama dan keamanan

  • Perawatan toilet dan stasiun istirahat

  • Informasi cuaca dan pemantauan kondisi gunung secara real-time

  • Sumbangan untuk pelestarian lingkungan Gunung Fuji

Dengan membayar tarif ini, wisatawan turut berkontribusi dalam menjaga keindahan Gunung Fuji bagi generasi mendatang.


Dampak Bagi Wisatawan Indonesia dan Internasional

Kebijakan baru ini tentu akan memengaruhi rencana liburan banyak wisatawan, termasuk dari Indonesia, yang selama ini cukup banyak mengunjungi Jepang di musim panas. Meskipun tarif Rp 442 ribuan tidak terlalu besar bagi sebagian orang, namun tetap perlu diperhitungkan dalam perencanaan anggaran.

Beberapa agen perjalanan Indonesia bahkan sudah mulai menyesuaikan paket tur mereka, dengan menambahkan informasi dan simulasi pemesanan tiket pendakian dalam itinerary.

Namun, banyak juga yang mendukung langkah ini karena manfaat jangka panjangnya:

“Kalau tarif ini bisa bikin Gunung Fuji lebih bersih dan aman, saya dukung. Pengalaman naik gunung akan lebih nyaman juga,” ujar Yola, wisatawan asal Jakarta yang pernah mendaki Fuji pada 2023.

Baca juga:Turbulensi Pesawat Bikin Cemas dan Panik, Ini Cara Mengatasinya


Tips Mendaki Gunung Fuji di Tahun 2025

Bagi kamu yang ingin mencoba pengalaman mendaki Gunung Fuji dengan aturan baru, berikut tips pentingnya:

  1. Pesan tiket pendakian lebih awal, terutama untuk akhir pekan atau musim libur.

  2. Pilih jalur sesuai kemampuan, Yoshida Trail cocok untuk pemula.

  3. Persiapkan fisik dan peralatan lengkap, termasuk pakaian hangat dan senter.

  4. Datang lebih pagi, agar pendakian tidak terlalu terburu-buru.

  5. Bawa uang tunai secukupnya untuk membeli makanan dan minuman di stasiun pendakian.

  6. Patuhi aturan waktu pendakian, hindari mendaki tengah malam demi keselamatan.

  7. Hormati alam, jangan buang sampah sembarangan atau membuat kerusakan.


Alternatif Wisata Selain Mendaki

Bagi wisatawan yang tidak ingin mendaki tapi tetap ingin menikmati keindahan Gunung Fuji, ada banyak alternatif yang bisa dilakukan:

  • Naik kereta Fuji View Express untuk menikmati pemandangan dari jendela.

  • Berwisata di Kawaguchiko, danau indah dengan latar Gunung Fuji.

  • Mengunjungi Chureito Pagoda, tempat terbaik untuk foto ikonik Fuji.

  • Menginap di ryokan tradisional Jepang dengan pemandangan langsung ke arah gunung.

Dengan begitu, kamu tetap bisa merasakan pesona Fujisan tanpa harus mendaki hingga ke puncak.


Kesimpulan: Pendakian Lebih Tertib, Fuji Tetap Lestari

Kenaikan tarif pendakian Gunung Fuji menjadi 4.000 yen (Rp 442.004) bukan sekadar keputusan ekonomi, tapi langkah penting untuk memastikan bahwa keajaiban alam ini tetap terjaga dan bisa dinikmati secara adil dan berkelanjutan.

Pemerintah Jepang ingin menghadirkan pengalaman mendaki yang aman, nyaman, dan bermakna, baik bagi pendaki lokal maupun wisatawan internasional. Bagi para pendaki, perubahan ini adalah ajakan untuk lebih bertanggung jawab terhadap alam.

Gunung Fuji bukan hanya sekadar destinasi, tapi simbol kebanggaan dan spiritualitas. Sudah saatnya kita sebagai wisatawan ikut menjaga warisan ini, dimulai dari membayar tiket dan menaati aturan baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *