Scoot Larang Powerbank Digunakan di Pesawat per April 2025
Maskapai penerbangan Scoot resmi melarang penggunaan powerbank di dalam pesawat mulai 1 April 2025. Aturan ini diumumkan melalui akun Facebook resmi Scoot dan berlaku bagi semua penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai tersebut. Kebijakan ini melarang penumpang untuk mengisi daya powerbank atau menggunakannya untuk mengisi daya perangkat pribadi selama penerbangan.
Scoot Larang Powerbank Digunakan di Pesawat per April 2025

Sesuai dengan kebijakan terbaru, Scoot mengatur pembawaan dan penggunaan powerbank di dalam pesawat sebagai berikut:
- Dilarang menggunakan powerbank untuk mengisi daya perangkat elektronik selama penerbangan.
- Powerbank hanya boleh dibawa dalam bagasi kabin, tidak diperbolehkan dalam bagasi terdaftar.
- Powerbank dengan kapasitas hingga 100 watt-hour (Wh) boleh dibawa tanpa memerlukan izin khusus.
- Powerbank dengan kapasitas antara 100-160 Wh memerlukan persetujuan dari maskapai sebelum penerbangan.
Aturan serupa juga diterapkan oleh maskapai induknya, Singapore Airlines. Larangan ini bukan hanya berlaku bagi Scoot, tetapi juga maskapai lain yang berada dalam naungan SIA Group.
Alasan di Balik Larangan Penggunaan Powerbank
Keputusan Scoot untuk melarang penggunaan powerbank di pesawat diambil setelah beberapa insiden kebakaran yang melibatkan baterai lithium. Salah satu insiden yang menjadi perhatian utama terjadi pada penerbangan Scoot dari Taiwan menuju Singapura pada tahun 2023. Dalam kejadian tersebut, sebuah powerbank mengalami panas berlebih dan terbakar, menyebabkan dua penumpang mengalami luka-luka.
Selain Scoot, beberapa maskapai lain juga pernah mengalami kejadian serupa, antara lain:
- Thai Airways: Terjadi insiden kebakaran yang disebabkan oleh powerbank dalam salah satu penerbangannya.
- AirAsia: Mengalami kasus serupa di mana baterai lithium dari powerbank menyebabkan kebakaran di dalam kabin.
- Batik Air: Melaporkan kejadian serupa akibat penggunaan powerbank yang tidak sesuai aturan keselamatan.
Baterai lithium yang terdapat di dalam powerbank memang memiliki potensi bahaya jika mengalami panas berlebih atau mengalami kerusakan fisik. Dalam kondisi tertentu, baterai ini dapat mengalami thermal runaway, yaitu kondisi di mana suhu terus meningkat hingga menyebabkan kebakaran atau ledakan.
Perbandingan Kebijakan dengan Maskapai Lain
Sejumlah maskapai penerbangan telah menerapkan kebijakan serupa terkait penggunaan powerbank dan baterai lithium di pesawat:
- Singapore Airlines
- Powerbank dianggap sebagai baterai lithium cadangan dan tidak diperbolehkan dalam bagasi terdaftar.
- Penggunaan powerbank selama penerbangan tidak diperbolehkan.
- Air Busan
- Setelah insiden kebakaran akibat powerbank, Air Busan memperketat aturan pembawaan dan penggunaan perangkat ini.
- Garuda Indonesia
- Mengizinkan penumpang membawa powerbank dengan kapasitas hingga 100 Wh tanpa izin khusus.
- Kapasitas 100-160 Wh membutuhkan izin dari maskapai.
- Penggunaan powerbank dalam penerbangan masih diperbolehkan selama mengikuti aturan yang ditetapkan.
- Emirates
- Melarang powerbank dalam bagasi terdaftar.
- Memperbolehkan powerbank di bagasi kabin dengan batas kapasitas tertentu.
- Penggunaan powerbank di dalam pesawat masih diperbolehkan dengan aturan tertentu.
- Qatar Airways
- Memiliki aturan serupa dengan Emirates, namun menambahkan ketentuan ketat mengenai kapasitas powerbank yang boleh dibawa.
Dari perbandingan di atas, terlihat bahwa kebijakan Scoot dan Singapore Airlines lebih ketat dibandingkan dengan maskapai lain. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi risiko kebakaran akibat baterai lithium selama penerbangan.
Dampak Kebijakan Larangan Penggunaan Powerbank
Penerapan aturan baru ini tentu akan berdampak pada pengalaman penumpang, terutama bagi mereka yang terbiasa mengisi daya perangkat mereka menggunakan powerbank selama penerbangan. Beberapa dampak utama dari kebijakan ini antara lain:
- Penumpang Harus Mengandalkan Sumber Daya di Pesawat
- Dengan larangan ini, penumpang harus bergantung pada colokan daya yang disediakan oleh maskapai di kursi masing-masing.
- Tidak semua kursi di pesawat Scoot dilengkapi dengan colokan daya, terutama di kelas ekonomi.
- Perlu Persiapan Lebih Sebelum Terbang
- Penumpang harus memastikan perangkat mereka terisi penuh sebelum naik ke pesawat.
- Alternatif lain adalah membawa charger untuk digunakan di bandara sebelum keberangkatan.
- Potensi Keluhan dari Penumpang
- Tidak semua penumpang setuju dengan aturan baru ini. Beberapa di antaranya mungkin merasa kesulitan jika daya baterai mereka habis dalam penerbangan yang panjang.
- Scoot perlu menyediakan fasilitas alternatif seperti lebih banyak colokan daya di dalam pesawat.
Cara Mengatasi Keterbatasan Penggunaan Powerbank di Penerbangan
BACA JUGA:Orang Terkaya di Australia Minta Galeri Seni Hapus Lukisannya, tapi Ditolak
Bagi penumpang yang terbiasa menggunakan powerbank dalam penerbangan, berikut beberapa solusi untuk tetap bisa menggunakan perangkat elektronik tanpa melanggar aturan:
- Gunakan Fasilitas Pengisian Daya di Bandara
- Sebagian besar bandara memiliki stasiun pengisian daya gratis yang bisa dimanfaatkan sebelum naik ke pesawat.
- Bawa Charger dan Gunakan Colokan di Pesawat
- Beberapa kursi di pesawat Scoot memiliki colokan USB atau soket listrik, terutama di kelas premium.
- Optimalkan Penggunaan Baterai Perangkat
- Aktifkan mode hemat daya di perangkat untuk memperpanjang masa pakai baterai selama penerbangan.
- Matikan aplikasi yang tidak diperlukan dan turunkan kecerahan layar.
Kesimpulan
Larangan penggunaan powerbank dalam penerbangan Scoot mulai 1 April 2025 bertujuan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Kebijakan ini diambil setelah beberapa insiden kebakaran akibat baterai lithium dalam penerbangan berbagai maskapai.
Dengan aturan baru ini, penumpang harus lebih memperhatikan pengisian daya perangkat mereka sebelum terbang. Meskipun larangan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian orang, langkah ini diambil untuk mengurangi risiko bahaya dalam penerbangan.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan risiko baterai lithium, kemungkinan lebih banyak maskapai yang akan mengikuti langkah Scoot dalam menerapkan aturan serupa. Oleh karena itu, penting bagi penumpang untuk selalu memeriksa aturan terbaru sebelum melakukan perjalanan udara.